LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA

LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA

A.   Landasan Pendidikan

Pendidikan  adalah  sesuatu  yang  universal  dan  berlangsung terus menerus  dari  generasi

ke  generasi  di  mana  pun  di  dunia  ini.Upaya  memanusiakan  manusia  melalui  pendidikan

itu  diselenggarakan  sesuai  dengan  pandangan  hidup  dan  dalam  latar  social  kebudayaan

setiap  masyarakat  tertentu.  Oleh  karena  itu,  messkipun  pendidikan  itu  universal,  namun

terjadi  perubahan-perubahan  tertentu  sesuai  dengan  pandangan  hidup  dan  latar  social

cultural  tersebut.  Dengan  kata  lain,  pedidikan  diselenggarakan  berdasarkan  filsafat  hidup

serta  berlandaskan  social  cultural  setiap masyarakat, termaksud  di  Indonesia.  Kajian  ketiga

landasan  itu  (fisiologi,sosiologi,dan  cultural)  akan  membekalisetiap  tenaga  kependidikan

dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang  bidang tugasnya.

1.    Landasan Filosofis

Landasan  filosofis  merupakan  landasan  yang  berkaitan  dengan  makna  atau  hakikat

pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan

itu,  mengapa  pendidikan  itu  diperlukan,  apa  yang  seharusnya  menjadi  tujuannya,  dan

sebagainya.  Landasan  filosofis  adalah  landasan  yang  berdasarkan  atau  bersifat  filsafat.

Kata filsafat bersumber dari bahasa Yunani, philein berarti mencintai, dan shopos berarti

hikmah, arif, atau bijaksana.

Tinjauan filosofis tentang sesuatu, termaksud pendidikan, berarti berpikir bebas serta

merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya sesuatu itu.

a. Pengertian tentang Landasan Folosofis

merumuskan  citra  tentang  manusia  dan  masyarakat,  sedangkan  pendidikan  berusaha

mewujudkan  citra  itu.  Rumusan  tentang  harkat  dan  martabat  manusia  beserta

masyarakatnya  ikut  menentukan  tujuan  dan  cara-cara  penyelenggaraan  pendidikan,

Terdapat  kaitan  yang  erat  antara  pendidikan  dan  filsafat  karena  filsafat  mencoba

dan  dari  sisi  lain,  pendidikan  berupaya  menjawab  secara  kritis  dan  mendasar  berbagai

pertanyaan  pokok  sekitar  pendidikan,  seperti  apa,  mengapa,  ke  mana,  bagaimana,  dan

sebagainyadari  pendidikan  itu.  Kejelasan  dalam  berbaagai  hal  itu  sangat  perlu  untuk

menjadi  landasan  berbagai  keputusan  dan  tindakan  yang  dilakukan  dalam  pendidikan.

Hal  itu  sangat  penting  karena  hasil  pendidikan  tidak  segera  tampak,  sehingga  setiap

keputusan dan tindakan itu harus diyakini kebenaran dan ketepatannya meskipun hasilnya

belum  dapat  dipastikan. Ketepatan  setiap  keputusan  dan tingdakan,  serta  diikuti  dengan

upaya pemantauan dan penyesuaian yang menerus, sangat penting karena koreksi setelah

diperoleh hasilnya akan sangat sulit dan sudah terlambat.

Wayan  Ardhana  dkk.  Mengemukakan  bahwa  aliran-aliran  filsasfat  bukan  hanya

mempengaruhi  pendidikan,  tetapi  juga  telah  melahirkan  aliran  filsafat  pendidilkan

seperti :

a.    Idealisme

b.    Realisme

c.    Perenialisme

d.    Esensialisme

e.    Pragmatisme dan progresivisme

f.     Eksistensialisme

1)    Esensialisme

idealism dan realism secara eklektis.

2)    Perenialisme

3)    Pragmatisme dan progresivisme

mendasarkan diri pada beberapa prinsip, antaranya anak harus bebas untuk dapat

berkembang secara wajar.

4)    Rekontruksionisme

berpikir progresif dalam pendidikan.

b. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

Pasal 2 UU-RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa Pendidikan Nasional berdasarkar

Pasncasila  dan  UUD  1945.  Rincian  selanjutnaya  tentang  hal  itu  tercamtum  dalam

Esensialisme merupakan mazhab filssfat pendidikan yang menerapkan prinsip

Perenialisme menekankan keabadian teori kehikmatan.

Progmatisme  atau  gerakan  progresif  mengembangkan  teori  pendidikan  yang

Mazhab  rekontruksionisme  adalah  suatu  kelanjutan  yang  logis  dari  cara

Penjelasan  UU-RI  No.2  Tahun  1989,  yang  menegaskan  bahwa  pembangunan  nasional

termasuk di bidang  pendidkan, adalah pengamaalan Pancasila, dan untuk itu Pendidikan

Nasional  mengusahakan  antara  lain:  Pembentukan  manusia  Pancasila  sebagai  manusia

pembangunan  yang  tinggi  kualitasnya  dan  mampu  mandiri.  Sedangkan  Ketetapan

MPR-RI  No.  II/MPR/1978  tentang  Pedoman    Penghayatan  dan  Pengamalan  Pancasila

menegaskan  pula  bahwa  Pncasila itu  adalah jiwa  seluruh  rakyat  Indonesia,  kepribadian

bangsa  Indonesia,  pandangan  hidup  bangsa  Indonesia  dan  dasar  Negara  Republik

Indonesia. Pancasila sebagai sumber dari segala gagasan dari segala wujud manusia dan

masyarakat  yang  dianggap  baik,  sumber  dari  segala  sumber  nilai  yang menjadi  pangkal

serta  muara  sari  setiap  keputusan  dan  tindakan  dalam  pendidikan,  dengan  kata  lain:

Pancasila sebagai sumber system nilai dalam pendidikan.

2.    Landasa Sosiologi

hakikat masyarakat yang sebenarnya. Filsafat social sering membedakan manusia sebagai

individu dan manusia sebagai anggota masyarakat

sosiologi  merupakan  ilmu  pengetahuan  postif  yang  mempelajari  masyarakat.  Sosiologi

mempelajari berbagai tindakan social yang menjelma dalam relita social.

a.    Pengertian tentang Landasan Sosiologis

Kehidupan  social  manusia  tersebut  dipelajari  oleh  filsafat,  yang    berusaha  mencari

Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte pada tahun 1839,

b.    Masyarakat Indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional

Sosioligis  pendidikan  merupakan  analisis  ilmiah  tentang  proses  social  dan  pola-
pola interaksi social di dalam system pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh

sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:

1.    Hubungan system pendidikan dengan aspek masyarakat lain

2.    Hubungan kemanusian di sekolah

3.    Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya

4.        Sokolah  dalam  komunitas,  yang  mempelajari  pola  interaksi  antara  sekolah

dengan kelompok social lain di dalam komunitasnya.

Dari  dulu  hingga  kini,  ciri  yang  menonjol  dari  masyarakat  Indonesia  adalah

sebagai masyarakat yang majemuk (dari segi suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan,

agama  dll)  yang  tersebar  di  ribuan  pulau  du  nusantara.  Sebagai  masyarakat  yang

mejemuk,  maka  komunitas  dengan  cirri-ciri  unik  baik  secara  horizontal  maupun

vertical  masih  dapat  ditemukan.  Namun  dengan  niat  politik  yang  kuat  menjadi

suatu  masyarakat  bangsa  Indonesia  serta  dengan  kemajuan  dalam  berbagai  bidang

pembangunan,  utamanya  dalam  pendidikan  politik,  maka  sisi  ketunggalan  dari

bhineka tunggal ika  makin  mencuat.  Berbagai  upaya    yang  dilakukan,  baik  melalui

kegiatan  jalur  sekolah,  maupun  jalur  pendidikan  luar  sekolah  telah  menumbuhkan

benih-benih persatuan dan kesatuan yang semakin kukuh.

3.    Landasan Kultural

a.    Pengertian tentang Landasan Kultural

selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar,

pendidikan.  Baik  kebudayaan  yang  berwujud  ideal,  atau  kelakuan  dan  teknologi,  dapat

diwujudkan melalui proses pendidikan.

kepada  generasi  baru,  berbeda  dari  masyarakat  ke  masyarakat.  Pada  dasarnya  ada

tiga  macam  cara  umum  yang  dapat  diidentifikasikan,  yaitu  informal,  nonformal  dan

formal. Cara informal terjadi di dalam keluarga, dan nonformal dalam masyarakat yang

berkelanjutan  dan  berlangsung  dalam  kehidupan  sehari-hari.  Sedangkan  cara  formal

melibatkan lembaga  khusus  yang  dibentuk  untuk tujuan  pendidikan.  Pendidikan  formal

tersebut dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingakah laku anak didik.

b.    Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional

upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal

ini haruslah dilaksanakan dalam  rangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan

Negara Indonesia sebagai sisi ketunggal ika-an.

4.    Landasan Psikologis

merupakan  salah  satu landasan  yang  penting  dalam  bidang  pendidikan.  Pada  umumnya

landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia,

khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar.

a.    Pengertian tentang Landasan Psikologis

merupakan  salah  satu  kunci  keberhasilan  pendidikan.  Oleh  karena  itu,  hasil  kajian

dan  penemuan  psikologis  sangan  diperlukan  penerapannya  dalam  bidang  pendidikan,

Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan

Kebudayaan  dapat  dibentuk,  dilestarikan,  atau  dikembangkan  karena  dan  melalui

Cara-cara  untuk  mewariskan  kebudayaan,  khususnya  mengajarkan  tingkah  laku

Pelestarian  dan  pengembangan  kekayaan  yang  unik  dari  setiap  daerah  itu  melalui

Pendidikan  selalu  melibatkan  aspek  kejiwaan  manusia,  sehingga landasan  psikologi

Pemahaman  peserta  didik,  utamanya  yang  berkaitan  dengan  aspek  kejiwaan,

umpama  pengetahuan  tentang  aspek-aspek  pribadi,  urutan,  dan  cirri-ciri  pertumbuhan

setiap  aspek,  dan  konsep  tentang  cara-cara  paling  tepat  untuk  mengembangknnya.

Untuk  maksud itu psikologi menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi

manusia pada umumya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi.

peserta  didik  pada  khusunya,  manusia  pada  umumnya.  Perlu  ditekankan  bahwa

kepribadian  itu  unik.  Keunikan  itu  bukan  hanya  karena  perbedaan  potensial,  tetapi

juga  perbedaan  dalam  perkembangannya  karena  pengaruh  sekitarnya.  Oleh  karena  itu,

pemahaman  perkembangan  kepribadian  akan  sangat  bermanfaat  untuk  pendidikan,

utamanya dalam membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya.

b.    Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis

karena  perkembangan.  Pertumbuhan  terutama  karenan  pengaruh  factor  internal  sebagai

akibat  kematangan  dan  proses  pendewasaan,  sedangkan  perkembangan terutama  karena

pengaruh lingkungan.

dengan perkembangan kepribadiaan yan mantap dan mandiri.

mencakup  aspek  behavioral  maupun  aspek  motivasional:  dengan  perkembangan

kepribadian,  bukan  hanya  perubahan  dari  tingakah  laku  yang  tampak,  tetapi  juga

perubahan dari yang mendorong tingkah laku itu.

5.    Landasan Ilmiah dan Teknologi

Seperti  diketahui,  iptek  menjadi  bagian  utama  dalam  isi  pelajaran:  dengan  kata  lain,

pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.

pendidikan dalam segala aspeknya mau tidak mau harus mangakomodasi perkembangan

itu, baik perkembangan iptek maupun perkembangan masyarakat.

a.    Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kadudukan masing-
masing,  yakni  pengetahuan,  ilmu  pengetahuan,  teknologi,  serta  istilah  lain  yang  terkait

dengannya.  Pengetahuan  adalah  segala  sesuatu  yang  diperoleh  dari  berbagai  cara

penginderaan terhadap fakta. Penalaran, intuisi, dan wahyu. Pengetahuan yang memenuhi

Salah  satu  yang  banyak  mendapat  perhatian  adalah  perbedaan  kepribadian  antara

Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena petumbuhan maupun

Salah  satu  aspek  dari  pengembangan  manusia  seutuhnya  adalah  yang  berkaitan

Salah satu prinsip perkembangan kepribadian ialah bahwa perkembangan keprbadian

Pendidikan  serta ilmu pengatahuan dan teknologi mepunyai kaitan yang  sangat erat.

Dengan perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat yang makin kompleks maka

criteria  dari  segi  ontologism, epistemologis,  dan aksiologis  secara  konsikuen  dan  penuh

disiplin  biasa  disebut  ilmu  atau  ilmu  pengetahuan;  kata  sifatnya  adalah  ilmiah  atau

keilmuan sedangkn ahlinya disebut ilmuan

b.    Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah

lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia.

ditempuh  rangkaian  kegiatan:  penelitian  dasar,  penelitian  terapan,  pengembanan

teknologi  dan  penerapan  teknologi,  serta  biasanya  diikuti  pula  dengan  evaluasi  ethis-
politis-religius. Langkah terakhir itu deperlukan untuk menetukan apakah hasil iptek itu

dapat diterima oleh masyarakat dan apakah dampaknya tidak bertentangan dengan nilai-
nilai luhur dari masyarakat.

B.   Asas-Asas Pokok Pendidikan

Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang

Seperti  telah  dikemukakan,  pengembangan  dan  pemanfaatan  iptek  pada  umunya

berpikir, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksaan pendidikan.

merancang dan melaksanakan pendidikan itu.

1.    Asas Tut Wuri Handayani

Asas  pendidikan  merupakan  sesuatu  kebenaran  yang  menjadi  dasar  atau  tumpuan

Khusus untuk pendidiksn Indonesia, terdapat sejumlah asas yang member arah dalam

2.    Asas Belajar Sepanjang Hayat

pendidikan seumur hidup.

mengembang  sekurang-kurangnya  dua misi,  yakni membelajarkan  peserta  didik  dengan

efisien  dan  efektif,  dan  serentak  dengan  itu,  meningkatkan  kemauan  dan  kemampuan

belajar mandiri sebagai basis dari belajar sepanjang hayat.

3.    Asas Kemandirian dalam Belajar

utama  sebagai  fasilitatior  dan  motivator,  di  samping  peran-peran  lain:  informatory,

organisator,  dan  sebagainya.  Sebagai  fasilitator,  guru  diharapkan  menyediakan

dan  mengatur  berbagai  sumber  belajar  sedemikian  sehingga  memudahkan  peserta

Asas tut wuri handayani merupakan inti dari asas pertama

a)    Yang menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri

dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.

Asas  belajar  sepanjang  hayat  merupakan  sudut  pandang  dari  sisi  lain  terhadap

Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar disekolah seyogianya

Perwujudan  asas  kemandirian  dalam  belajar  akan  menempatkan  guru  dalam  peran

didik  berinteraksi  dengan  sumber-sumber  tersebut.  Sedang  sebagai  motivator,  guru

mengupayakan  timbulnya  prakarsa  peserta  didik  untuk  memanfaatkan  sumber  belajar

itu.  Pengembangan  kemandirian  dalam  belajar  ini  seyogianya  dimulai  dalam  kegiatan

intrakurikuler,  yang  dikembangkan  dan  dimantapkan  selanjutnya  dalam  kegiatan

kurikuler dan ekstra-kurikuler.

Komentar