LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA
LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA
A. Landasan Pendidikan
Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus menerus dari generasi
ke generasi di mana pun di dunia ini.Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan
itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar social kebudayaan
setiap masyarakat tertentu. Oleh karena itu, messkipun pendidikan itu universal, namun
terjadi perubahan-perubahan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar social
cultural tersebut. Dengan kata lain, pedidikan diselenggarakan berdasarkan filsafat hidup
serta berlandaskan social cultural setiap masyarakat, termaksud di Indonesia. Kajian ketiga
landasan itu (fisiologi,sosiologi,dan cultural) akan membekalisetiap tenaga kependidikan
dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya.
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat
pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan
itu, mengapa pendidikan itu diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuannya, dan
sebagainya. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat.
Kata filsafat bersumber dari bahasa Yunani, philein berarti mencintai, dan shopos berarti
hikmah, arif, atau bijaksana.
Tinjauan filosofis tentang sesuatu, termaksud pendidikan, berarti berpikir bebas serta
merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya sesuatu itu.
a. Pengertian tentang Landasan Folosofis
merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha
mewujudkan citra itu. Rumusan tentang harkat dan martabat manusia beserta
masyarakatnya ikut menentukan tujuan dan cara-cara penyelenggaraan pendidikan,
Terdapat kaitan yang erat antara pendidikan dan filsafat karena filsafat mencoba
dan dari sisi lain, pendidikan berupaya menjawab secara kritis dan mendasar berbagai
pertanyaan pokok sekitar pendidikan, seperti apa, mengapa, ke mana, bagaimana, dan
sebagainyadari pendidikan itu. Kejelasan dalam berbaagai hal itu sangat perlu untuk
menjadi landasan berbagai keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam pendidikan.
Hal itu sangat penting karena hasil pendidikan tidak segera tampak, sehingga setiap
keputusan dan tindakan itu harus diyakini kebenaran dan ketepatannya meskipun hasilnya
belum dapat dipastikan. Ketepatan setiap keputusan dan tingdakan, serta diikuti dengan
upaya pemantauan dan penyesuaian yang menerus, sangat penting karena koreksi setelah
diperoleh hasilnya akan sangat sulit dan sudah terlambat.
Wayan Ardhana dkk. Mengemukakan bahwa aliran-aliran filsasfat bukan hanya
mempengaruhi pendidikan, tetapi juga telah melahirkan aliran filsafat pendidilkan
seperti :
a. Idealisme
b. Realisme
c. Perenialisme
d. Esensialisme
e. Pragmatisme dan progresivisme
f. Eksistensialisme
1) Esensialisme
idealism dan realism secara eklektis.
2) Perenialisme
3) Pragmatisme dan progresivisme
mendasarkan diri pada beberapa prinsip, antaranya anak harus bebas untuk dapat
berkembang secara wajar.
4) Rekontruksionisme
berpikir progresif dalam pendidikan.
b. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
Pasal 2 UU-RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa Pendidikan Nasional berdasarkar
Pasncasila dan UUD 1945. Rincian selanjutnaya tentang hal itu tercamtum dalam
Esensialisme merupakan mazhab filssfat pendidikan yang menerapkan prinsip
Perenialisme menekankan keabadian teori kehikmatan.
Progmatisme atau gerakan progresif mengembangkan teori pendidikan yang
Mazhab rekontruksionisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara
Penjelasan UU-RI No.2 Tahun 1989, yang menegaskan bahwa pembangunan nasional
termasuk di bidang pendidkan, adalah pengamaalan Pancasila, dan untuk itu Pendidikan
Nasional mengusahakan antara lain: Pembentukan manusia Pancasila sebagai manusia
pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri. Sedangkan Ketetapan
MPR-RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
menegaskan pula bahwa Pncasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian
bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara Republik
Indonesia. Pancasila sebagai sumber dari segala gagasan dari segala wujud manusia dan
masyarakat yang dianggap baik, sumber dari segala sumber nilai yang menjadi pangkal
serta muara sari setiap keputusan dan tindakan dalam pendidikan, dengan kata lain:
Pancasila sebagai sumber system nilai dalam pendidikan.
2. Landasa Sosiologi
hakikat masyarakat yang sebenarnya. Filsafat social sering membedakan manusia sebagai
individu dan manusia sebagai anggota masyarakat
sosiologi merupakan ilmu pengetahuan postif yang mempelajari masyarakat. Sosiologi
mempelajari berbagai tindakan social yang menjelma dalam relita social.
a. Pengertian tentang Landasan Sosiologis
Kehidupan social manusia tersebut dipelajari oleh filsafat, yang berusaha mencari
Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte pada tahun 1839,
b. Masyarakat Indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional
Sosioligis pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses social dan pola-
pola interaksi social di dalam system pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh
sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:
1. Hubungan system pendidikan dengan aspek masyarakat lain
2. Hubungan kemanusian di sekolah
3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya
4. Sokolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah
dengan kelompok social lain di dalam komunitasnya.
Dari dulu hingga kini, ciri yang menonjol dari masyarakat Indonesia adalah
sebagai masyarakat yang majemuk (dari segi suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan,
agama dll) yang tersebar di ribuan pulau du nusantara. Sebagai masyarakat yang
mejemuk, maka komunitas dengan cirri-ciri unik baik secara horizontal maupun
vertical masih dapat ditemukan. Namun dengan niat politik yang kuat menjadi
suatu masyarakat bangsa Indonesia serta dengan kemajuan dalam berbagai bidang
pembangunan, utamanya dalam pendidikan politik, maka sisi ketunggalan dari
bhineka tunggal ika makin mencuat. Berbagai upaya yang dilakukan, baik melalui
kegiatan jalur sekolah, maupun jalur pendidikan luar sekolah telah menumbuhkan
benih-benih persatuan dan kesatuan yang semakin kukuh.
3. Landasan Kultural
a. Pengertian tentang Landasan Kultural
selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar,
pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat
diwujudkan melalui proses pendidikan.
kepada generasi baru, berbeda dari masyarakat ke masyarakat. Pada dasarnya ada
tiga macam cara umum yang dapat diidentifikasikan, yaitu informal, nonformal dan
formal. Cara informal terjadi di dalam keluarga, dan nonformal dalam masyarakat yang
berkelanjutan dan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan cara formal
melibatkan lembaga khusus yang dibentuk untuk tujuan pendidikan. Pendidikan formal
tersebut dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingakah laku anak didik.
b. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional
upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal
ini haruslah dilaksanakan dalam rangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan
Negara Indonesia sebagai sisi ketunggal ika-an.
4. Landasan Psikologis
merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Pada umumnya
landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia,
khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar.
a. Pengertian tentang Landasan Psikologis
merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian
dan penemuan psikologis sangan diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan,
Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan
Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan karena dan melalui
Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan, khususnya mengajarkan tingkah laku
Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik dari setiap daerah itu melalui
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologi
Pemahaman peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan,
umpama pengetahuan tentang aspek-aspek pribadi, urutan, dan cirri-ciri pertumbuhan
setiap aspek, dan konsep tentang cara-cara paling tepat untuk mengembangknnya.
Untuk maksud itu psikologi menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi
manusia pada umumya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi.
peserta didik pada khusunya, manusia pada umumnya. Perlu ditekankan bahwa
kepribadian itu unik. Keunikan itu bukan hanya karena perbedaan potensial, tetapi
juga perbedaan dalam perkembangannya karena pengaruh sekitarnya. Oleh karena itu,
pemahaman perkembangan kepribadian akan sangat bermanfaat untuk pendidikan,
utamanya dalam membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya.
b. Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
karena perkembangan. Pertumbuhan terutama karenan pengaruh factor internal sebagai
akibat kematangan dan proses pendewasaan, sedangkan perkembangan terutama karena
pengaruh lingkungan.
dengan perkembangan kepribadiaan yan mantap dan mandiri.
mencakup aspek behavioral maupun aspek motivasional: dengan perkembangan
kepribadian, bukan hanya perubahan dari tingakah laku yang tampak, tetapi juga
perubahan dari yang mendorong tingkah laku itu.
5. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Seperti diketahui, iptek menjadi bagian utama dalam isi pelajaran: dengan kata lain,
pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.
pendidikan dalam segala aspeknya mau tidak mau harus mangakomodasi perkembangan
itu, baik perkembangan iptek maupun perkembangan masyarakat.
a. Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kadudukan masing-
masing, yakni pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta istilah lain yang terkait
dengannya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diperoleh dari berbagai cara
penginderaan terhadap fakta. Penalaran, intuisi, dan wahyu. Pengetahuan yang memenuhi
Salah satu yang banyak mendapat perhatian adalah perbedaan kepribadian antara
Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena petumbuhan maupun
Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan
Salah satu prinsip perkembangan kepribadian ialah bahwa perkembangan keprbadian
Pendidikan serta ilmu pengatahuan dan teknologi mepunyai kaitan yang sangat erat.
Dengan perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat yang makin kompleks maka
criteria dari segi ontologism, epistemologis, dan aksiologis secara konsikuen dan penuh
disiplin biasa disebut ilmu atau ilmu pengetahuan; kata sifatnya adalah ilmiah atau
keilmuan sedangkn ahlinya disebut ilmuan
b. Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah
lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia.
ditempuh rangkaian kegiatan: penelitian dasar, penelitian terapan, pengembanan
teknologi dan penerapan teknologi, serta biasanya diikuti pula dengan evaluasi ethis-
politis-religius. Langkah terakhir itu deperlukan untuk menetukan apakah hasil iptek itu
dapat diterima oleh masyarakat dan apakah dampaknya tidak bertentangan dengan nilai-
nilai luhur dari masyarakat.
B. Asas-Asas Pokok Pendidikan
Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang
Seperti telah dikemukakan, pengembangan dan pemanfaatan iptek pada umunya
berpikir, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksaan pendidikan.
merancang dan melaksanakan pendidikan itu.
1. Asas Tut Wuri Handayani
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan
Khusus untuk pendidiksn Indonesia, terdapat sejumlah asas yang member arah dalam
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
pendidikan seumur hidup.
mengembang sekurang-kurangnya dua misi, yakni membelajarkan peserta didik dengan
efisien dan efektif, dan serentak dengan itu, meningkatkan kemauan dan kemampuan
belajar mandiri sebagai basis dari belajar sepanjang hayat.
3. Asas Kemandirian dalam Belajar
utama sebagai fasilitatior dan motivator, di samping peran-peran lain: informatory,
organisator, dan sebagainya. Sebagai fasilitator, guru diharapkan menyediakan
dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta
Asas tut wuri handayani merupakan inti dari asas pertama
a) Yang menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri
dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap
Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar disekolah seyogianya
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran
didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Sedang sebagai motivator, guru
mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar
itu. Pengembangan kemandirian dalam belajar ini seyogianya dimulai dalam kegiatan
intrakurikuler, yang dikembangkan dan dimantapkan selanjutnya dalam kegiatan
kurikuler dan ekstra-kurikuler.
A. Landasan Pendidikan
Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus menerus dari generasi
ke generasi di mana pun di dunia ini.Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan
itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar social kebudayaan
setiap masyarakat tertentu. Oleh karena itu, messkipun pendidikan itu universal, namun
terjadi perubahan-perubahan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar social
cultural tersebut. Dengan kata lain, pedidikan diselenggarakan berdasarkan filsafat hidup
serta berlandaskan social cultural setiap masyarakat, termaksud di Indonesia. Kajian ketiga
landasan itu (fisiologi,sosiologi,dan cultural) akan membekalisetiap tenaga kependidikan
dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya.
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat
pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan
itu, mengapa pendidikan itu diperlukan, apa yang seharusnya menjadi tujuannya, dan
sebagainya. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat.
Kata filsafat bersumber dari bahasa Yunani, philein berarti mencintai, dan shopos berarti
hikmah, arif, atau bijaksana.
Tinjauan filosofis tentang sesuatu, termaksud pendidikan, berarti berpikir bebas serta
merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya sesuatu itu.
a. Pengertian tentang Landasan Folosofis
merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha
mewujudkan citra itu. Rumusan tentang harkat dan martabat manusia beserta
masyarakatnya ikut menentukan tujuan dan cara-cara penyelenggaraan pendidikan,
Terdapat kaitan yang erat antara pendidikan dan filsafat karena filsafat mencoba
dan dari sisi lain, pendidikan berupaya menjawab secara kritis dan mendasar berbagai
pertanyaan pokok sekitar pendidikan, seperti apa, mengapa, ke mana, bagaimana, dan
sebagainyadari pendidikan itu. Kejelasan dalam berbaagai hal itu sangat perlu untuk
menjadi landasan berbagai keputusan dan tindakan yang dilakukan dalam pendidikan.
Hal itu sangat penting karena hasil pendidikan tidak segera tampak, sehingga setiap
keputusan dan tindakan itu harus diyakini kebenaran dan ketepatannya meskipun hasilnya
belum dapat dipastikan. Ketepatan setiap keputusan dan tingdakan, serta diikuti dengan
upaya pemantauan dan penyesuaian yang menerus, sangat penting karena koreksi setelah
diperoleh hasilnya akan sangat sulit dan sudah terlambat.
Wayan Ardhana dkk. Mengemukakan bahwa aliran-aliran filsasfat bukan hanya
mempengaruhi pendidikan, tetapi juga telah melahirkan aliran filsafat pendidilkan
seperti :
a. Idealisme
b. Realisme
c. Perenialisme
d. Esensialisme
e. Pragmatisme dan progresivisme
f. Eksistensialisme
1) Esensialisme
idealism dan realism secara eklektis.
2) Perenialisme
3) Pragmatisme dan progresivisme
mendasarkan diri pada beberapa prinsip, antaranya anak harus bebas untuk dapat
berkembang secara wajar.
4) Rekontruksionisme
berpikir progresif dalam pendidikan.
b. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
Pasal 2 UU-RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa Pendidikan Nasional berdasarkar
Pasncasila dan UUD 1945. Rincian selanjutnaya tentang hal itu tercamtum dalam
Esensialisme merupakan mazhab filssfat pendidikan yang menerapkan prinsip
Perenialisme menekankan keabadian teori kehikmatan.
Progmatisme atau gerakan progresif mengembangkan teori pendidikan yang
Mazhab rekontruksionisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara
Penjelasan UU-RI No.2 Tahun 1989, yang menegaskan bahwa pembangunan nasional
termasuk di bidang pendidkan, adalah pengamaalan Pancasila, dan untuk itu Pendidikan
Nasional mengusahakan antara lain: Pembentukan manusia Pancasila sebagai manusia
pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri. Sedangkan Ketetapan
MPR-RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
menegaskan pula bahwa Pncasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian
bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar Negara Republik
Indonesia. Pancasila sebagai sumber dari segala gagasan dari segala wujud manusia dan
masyarakat yang dianggap baik, sumber dari segala sumber nilai yang menjadi pangkal
serta muara sari setiap keputusan dan tindakan dalam pendidikan, dengan kata lain:
Pancasila sebagai sumber system nilai dalam pendidikan.
2. Landasa Sosiologi
hakikat masyarakat yang sebenarnya. Filsafat social sering membedakan manusia sebagai
individu dan manusia sebagai anggota masyarakat
sosiologi merupakan ilmu pengetahuan postif yang mempelajari masyarakat. Sosiologi
mempelajari berbagai tindakan social yang menjelma dalam relita social.
a. Pengertian tentang Landasan Sosiologis
Kehidupan social manusia tersebut dipelajari oleh filsafat, yang berusaha mencari
Nama sosiologi untuk pertama kali digunakan oleh August Comte pada tahun 1839,
b. Masyarakat Indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional
Sosioligis pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses social dan pola-
pola interaksi social di dalam system pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh
sosiologi pendidikan meliputi empat bidang:
1. Hubungan system pendidikan dengan aspek masyarakat lain
2. Hubungan kemanusian di sekolah
3. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya
4. Sokolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah
dengan kelompok social lain di dalam komunitasnya.
Dari dulu hingga kini, ciri yang menonjol dari masyarakat Indonesia adalah
sebagai masyarakat yang majemuk (dari segi suku bangsa, adat istiadat, kebudayaan,
agama dll) yang tersebar di ribuan pulau du nusantara. Sebagai masyarakat yang
mejemuk, maka komunitas dengan cirri-ciri unik baik secara horizontal maupun
vertical masih dapat ditemukan. Namun dengan niat politik yang kuat menjadi
suatu masyarakat bangsa Indonesia serta dengan kemajuan dalam berbagai bidang
pembangunan, utamanya dalam pendidikan politik, maka sisi ketunggalan dari
bhineka tunggal ika makin mencuat. Berbagai upaya yang dilakukan, baik melalui
kegiatan jalur sekolah, maupun jalur pendidikan luar sekolah telah menumbuhkan
benih-benih persatuan dan kesatuan yang semakin kukuh.
3. Landasan Kultural
a. Pengertian tentang Landasan Kultural
selalu terkait dengan pendidikan, utamanya belajar,
pendidikan. Baik kebudayaan yang berwujud ideal, atau kelakuan dan teknologi, dapat
diwujudkan melalui proses pendidikan.
kepada generasi baru, berbeda dari masyarakat ke masyarakat. Pada dasarnya ada
tiga macam cara umum yang dapat diidentifikasikan, yaitu informal, nonformal dan
formal. Cara informal terjadi di dalam keluarga, dan nonformal dalam masyarakat yang
berkelanjutan dan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan cara formal
melibatkan lembaga khusus yang dibentuk untuk tujuan pendidikan. Pendidikan formal
tersebut dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingakah laku anak didik.
b. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sistem Pendidikan Nasional
upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhinekaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal
ini haruslah dilaksanakan dalam rangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan
Negara Indonesia sebagai sisi ketunggal ika-an.
4. Landasan Psikologis
merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Pada umumnya
landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia,
khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar.
a. Pengertian tentang Landasan Psikologis
merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian
dan penemuan psikologis sangan diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan,
Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan
Kebudayaan dapat dibentuk, dilestarikan, atau dikembangkan karena dan melalui
Cara-cara untuk mewariskan kebudayaan, khususnya mengajarkan tingkah laku
Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik dari setiap daerah itu melalui
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologi
Pemahaman peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan,
umpama pengetahuan tentang aspek-aspek pribadi, urutan, dan cirri-ciri pertumbuhan
setiap aspek, dan konsep tentang cara-cara paling tepat untuk mengembangknnya.
Untuk maksud itu psikologi menyediakan sejumlah informasi tentang kehidupan pribadi
manusia pada umumya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi.
peserta didik pada khusunya, manusia pada umumnya. Perlu ditekankan bahwa
kepribadian itu unik. Keunikan itu bukan hanya karena perbedaan potensial, tetapi
juga perbedaan dalam perkembangannya karena pengaruh sekitarnya. Oleh karena itu,
pemahaman perkembangan kepribadian akan sangat bermanfaat untuk pendidikan,
utamanya dalam membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan kepribadiannya.
b. Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
karena perkembangan. Pertumbuhan terutama karenan pengaruh factor internal sebagai
akibat kematangan dan proses pendewasaan, sedangkan perkembangan terutama karena
pengaruh lingkungan.
dengan perkembangan kepribadiaan yan mantap dan mandiri.
mencakup aspek behavioral maupun aspek motivasional: dengan perkembangan
kepribadian, bukan hanya perubahan dari tingakah laku yang tampak, tetapi juga
perubahan dari yang mendorong tingkah laku itu.
5. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Seperti diketahui, iptek menjadi bagian utama dalam isi pelajaran: dengan kata lain,
pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.
pendidikan dalam segala aspeknya mau tidak mau harus mangakomodasi perkembangan
itu, baik perkembangan iptek maupun perkembangan masyarakat.
a. Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kadudukan masing-
masing, yakni pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta istilah lain yang terkait
dengannya. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diperoleh dari berbagai cara
penginderaan terhadap fakta. Penalaran, intuisi, dan wahyu. Pengetahuan yang memenuhi
Salah satu yang banyak mendapat perhatian adalah perbedaan kepribadian antara
Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena petumbuhan maupun
Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan
Salah satu prinsip perkembangan kepribadian ialah bahwa perkembangan keprbadian
Pendidikan serta ilmu pengatahuan dan teknologi mepunyai kaitan yang sangat erat.
Dengan perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat yang makin kompleks maka
criteria dari segi ontologism, epistemologis, dan aksiologis secara konsikuen dan penuh
disiplin biasa disebut ilmu atau ilmu pengetahuan; kata sifatnya adalah ilmiah atau
keilmuan sedangkn ahlinya disebut ilmuan
b. Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah
lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia.
ditempuh rangkaian kegiatan: penelitian dasar, penelitian terapan, pengembanan
teknologi dan penerapan teknologi, serta biasanya diikuti pula dengan evaluasi ethis-
politis-religius. Langkah terakhir itu deperlukan untuk menetukan apakah hasil iptek itu
dapat diterima oleh masyarakat dan apakah dampaknya tidak bertentangan dengan nilai-
nilai luhur dari masyarakat.
B. Asas-Asas Pokok Pendidikan
Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang
Seperti telah dikemukakan, pengembangan dan pemanfaatan iptek pada umunya
berpikir, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksaan pendidikan.
merancang dan melaksanakan pendidikan itu.
1. Asas Tut Wuri Handayani
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan
Khusus untuk pendidiksn Indonesia, terdapat sejumlah asas yang member arah dalam
2. Asas Belajar Sepanjang Hayat
pendidikan seumur hidup.
mengembang sekurang-kurangnya dua misi, yakni membelajarkan peserta didik dengan
efisien dan efektif, dan serentak dengan itu, meningkatkan kemauan dan kemampuan
belajar mandiri sebagai basis dari belajar sepanjang hayat.
3. Asas Kemandirian dalam Belajar
utama sebagai fasilitatior dan motivator, di samping peran-peran lain: informatory,
organisator, dan sebagainya. Sebagai fasilitator, guru diharapkan menyediakan
dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta
Asas tut wuri handayani merupakan inti dari asas pertama
a) Yang menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri
dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.
Asas belajar sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap
Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar disekolah seyogianya
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran
didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Sedang sebagai motivator, guru
mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar
itu. Pengembangan kemandirian dalam belajar ini seyogianya dimulai dalam kegiatan
intrakurikuler, yang dikembangkan dan dimantapkan selanjutnya dalam kegiatan
kurikuler dan ekstra-kurikuler.
Komentar
Posting Komentar